UNESCO Peringatkan Dampak Perubahan Status Hagia Sophia Jadi Masjid

Home / Berita / UNESCO Peringatkan Dampak Perubahan Status Hagia Sophia Jadi Masjid
UNESCO Peringatkan Dampak Perubahan Status Hagia Sophia Jadi Masjid Hagia Sophia Turki. (Foto: AP/Emrah Gurel)

TIMESMINAHASA, JAKARTA – Keputusan Pemerintah Turki merubah status bangunan bersejarah Hagia Sophia menjadi masjid mendapatkan respon dari berbagai pihak. Salah satunya, UNESCO.  

Menurut informasi dari Yahoo News, Hagia Sophia telah berulang kali beralih fungsi. Mulai dari katedral bizantium, masjid, museum, hingga kembali menjadi masjid. UNESCO pun mencantumkan bangunan ini menjadi salah satu situs warisan dunia, sebagai Area Bersejarah Istanbul. 

Juru Bicara UNESCO menyebutkan perlu adanya sejumlah komitmen dan kewajiban hukum untuk melakukan perubahan status ini. UNESCO menyampaikan bahwa tak ada komunikasi atau pemberitahuan apapun dari pemerintah Turki terkait dengan peresmian Hagia Sophia menjadi sebuah masjid. 

UNESCO memperingatkan bahwa penetapan Hagia Sophia sebagai masjid berisiko merusak sifat universal bangunan tersebut sebagai tempat terbuka bagi semua peradaban, sebagai sebuah museum. Sebab ini menjadi salah satu aspek inti dari sebuah situs warisan dunia.

"Kami menyerukan pihak berwenang Turki untuk memulai dialog sebelum keputusan diambil dapat merusak nilai universal situs," ungkap UNESCO.

Menurut UNESCO, pihaknya pun telah menyampaikan protesnya secara resmi kepada duta besar Turki. Sebelumnya, pihak Amerika Serikat juga melayangkan pernyataan keberatan akibat perubahan status Hagia Sophia dari museum menjadi tempat ibadah masjid. 

Seperti yang diketahui, pengadilan tinggi Turki memutuskan  bahwa konversi Hagia Sophia menjadi museum pada 1934 adalah melanggar hukum. Keputusan itu membatalkan keputusan kabinet Turki tahun 1934 dan memutuskan bahwa situs Warisan Dunia itu harus dibuka kembali untuk ibadah muslim pada 10 Juli 2020.

"InsyaAllah, kami akan melakukan shalat Jumat bersama-sama pada 24 Juli dan membuka kembali Hagia Sophia untuk beribadah," kata Erdogan.

Erdogan menyebut Hagia Sophia sebagai warisan bersama umat manusia. Meski sudah berstatus sebagai masjid, ia berjanji Hagia Sophia terbuka bagi siapa saja. Ia juga menyebutkan seperti semua masjid kami, pintu Hagia Sophia akan terbuka lebar untuk penduduk lokal dan asing, Muslim dan non-Muslim.

"Hagia Sophia, warisan bersama umat manusia, akan terus merangkul semua orang dalam semangat yang lebih tulus dan lebih bebas dengan status barunya," katanya.

Erdogan juga meminta semua orang untuk menghargai keputusan pengubahan status Hagia Sophia itu. Karena, masalah tujuan pengubahan (fungsi) Hagia Sophia untuk masalah hak-hak kedaulatan Turki. 

Sebagai informasi, Hagia Sophia dibangun pertama kali sebagai gereja katedral oleh Kekaisaran Bizantium Kristen sejak 1500 tahun yang lalu. Kemudian, bangunan itu diubah statusnya menjadi masjid setelah penaklukan Konstantinopel oleh Ottoman pada 1453.

Status Hagia Sophia diubah menjadi museum pada tahun 1934 dan ditetapkan sebagai situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Hagia Sophia pun juga menjadi salah satu tempat wisata yang paling sering dikunjungi wisatawan di Istanbul, Turki. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com