Penuhi Kebutuhan Pangan Nasional, Peternak dan Akademisi Deklarasikan SPRI 

Home / Berita / Penuhi Kebutuhan Pangan Nasional, Peternak dan Akademisi Deklarasikan SPRI 
Penuhi Kebutuhan Pangan Nasional, Peternak dan Akademisi Deklarasikan SPRI  Deklarasi SPRI di Jakarta. (FOTO: Alfi Dimyati/TIMES Indonesia)

TIMESMINAHASA, JAKARTA – Gabungan dari berbagai peternak lokal dan akademisi mendirikan Serikat Peternakan Rakyat Indonesia (SPRI).  Hal itu dimaksudkan untuk memaksimalkan potensi lokal terhadap pemenuhan kebutuhan pangan nasional khususnya daging.

Selain untuk untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional, pendirian SPRI juga dimaksudkan untuk mempertahankan kebersamaan peternak-peternak kecil yang telah terdidik melalui sekolah peternakan rakyat.

Demikian disampaikan Ketua Umum SPRI, Prof Muladno di sela-sela Deklarasi SPRI di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11/2018).

"Kita tidak peduli dengan macam-macam kebijakan tapi yang pasti kita mempersiapkan diri untuk menjadi profesional. Tunjukkan kepada pemerintah bahwa kami profesional, kami bisa membantu pemerintah untuk membangun masyarakat," kata Muladno.

Muladno mengungkapkan bahwa kebutuhan pangan nasional khususnya daging sejatinya bisa dipenuhi oleh peternak kecil, namun, tetap harus melalui mekanisme yang dijalankan secara baik dan sistematis.

"Harus terkonsolidasi dulu. Semua harus jadi perusahaan-perusahaan kecil yang kolektif baru itu akurat. Ini Infrabank sudah membantu kami, Mudah-mudahan dalam tempo 10 tahun ke depan 500 sampai 600 sekolah peternak rakyat tebentuk dengan kualitas yang teruji," jelasnya.

Soal kebijakan impor pangan oleh pemerintah, kata Muladno, sejauh ini masih perlu dan dibutuhkan. 

"Kalau sekarang menurut saya masih butuh. Kalau orang bilang stop impor berarti orang itu tidak ngerti. Tapi saya juga tidak mendukung impor tetapi selama masih butuh ya harus diimpor," kata dia.

Muladno menambahkan, kebijakan impor pangan seringkali menuai polemik di masyarakat dikarenakan tidak adanya data maupun variabel yang valid soal kebutuhan pangan nasional serta ketersediaan pangan yang mampu diproduksi oleh peternak lokal.

"Selama ini kan datanya di pertanyakan makanya pengambilan keputusan sering keliru karena datanya nggak akurat. Melalui SPRI, kalau semua memberikan data yang shahih karena mereka sendiri yang mengeluarkan, mereka nggak bisa nipu dan main-main. Nah itu yang membantu pemerintah dengan data yang akurat itu supaya kalu impor ya impornya harus dicek dahulu perlu impor apa tidak, kalau misalnya masih perlu ya silahkan impor," tegasnya. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com