M Iksan, Santri dan Aktivis NGO, Meraih Anugerah Santri Award 2018

Home / Berita / M Iksan, Santri dan Aktivis NGO, Meraih Anugerah Santri Award 2018
M Iksan, Santri dan Aktivis NGO, Meraih Anugerah Santri Award 2018 Mohamad Iksan, santri dan aktivis NGO yang mendapat Santri Award 2018 yang digelar PCNU Kabupaten Malang, dalam rangka Hari Santri Nasional 2018. (FOTO: Cindy/TIMES Indonesia)

TIMESMINAHASA, MALANG – PCNU Kabupaten Malang memberikan Santri Award 2018 kepada Mohamad Iksan dalan acara resepsi Hari Santri Nasional 2018. Total yang mendapat Santri Award 2018 sebanyak 15 orang yang dinilai santri berprestasi.

Pemberian Santri Award 2018 itu berlangsung di Pendapa Kabuoaten Malang, Kepanjen, Sabtu (10/11/2018). Hadir dalam acara itu, pengurus PCNU dan lembaga serta badan otonom Nahdlatul Ulama Kabupaten Malang.

santri-award-2018.jpg

Wakil Bupati Malang, HM Sanusi, yang juga mendapatkan Anugerah Santri Award 2018, kategori santri berprestasi disektor pemerintaha dan pejabat Wakil Bupati Malang dan kini menjadi pelaksana harian (Plh) Bupati Malang, H Rendra Kresna.

M Iksan mendapat Santri Award 2018 karena dinilai banyak prestasi yang telah diraihnya dan banyak melakukan kegiatan sosial, baik di banyak daerah di Jawa Timur dan lebih-lebih di Kabupaten Malang.

Sosok Iksan, begitu popular disapa, kini menjabat sebagai Sekretaris PPSQ Asyadzily Kecamatan Pakis, Pendiri dan Direktur Yayasan Satu Indonesia. Pengalamannya di NGO atau lembaga pemberdayaan masyarakat, tak diragukan lagi dan dijalani secara profesional.

Mengenal sosok Iksan di dunia NGO, pada tahun 2018-2020 ia sebagai Regional Officee Jalin Program-USAID. Tahun 2015-2018 Village Capacity Development Program KOMPAK-DFAT Australia dan Pemerintah Indonesia dalam Pelaksanaan UU Desa, meliputi lima Kemeterian (Kemendagri, Kemendes PDT, Kemenkeu, Bappenas, Kemenko PMK).

Selanjutnya, pada tahun 2014-2015 ia aktif di Project Fasilitator BASIC Project DFATD-Canada-Indonesia untuk bidang Pelayanan Dasar (Kesehatan dan Pendidikan).

Pada tahun 2012-2014 Tenaga Ahli Institutional Capacity Development SUM2 Program-USAID-Indonesia focus untuk penanganan HIV/AIDS. Tahun 2010-2012 Senior Program Manager, Village Strengthening Capacity, LOGICA2 Program-AusAid-Indonesia.

Tak hanya itu, pada 2010 Provincial Coordinator IDBP (Biogas Rumah) Hivos Belanda-Indobesia. Dan tahun 2008-2009 aktif di Program Coordinator Advocacy, HSP (Health Services Program) USAID-Indonesia. Program itu fokus di sector Kesehatan Ibu Bayi Baru Lahir dan Anak.

Dan pada 2005-2008, aktif di City Forum Spesialist, Care International-Indonesia SWASH (Sulawesi Water Sanitasi Hygine). “Terima kasih PCNU Kabupaten Malang yang telah memberikan Santri Award 2018. Semoga barakah dan bermanfaat untuk saya pribadi dan masyarakat serta untuk NU, Agama dan Negara,” kata Iksan, kepada TIMES Indonesia, ditemui usai acara.

Diketahui, sebanyak 15 santri penerima Santri Award 2018 itu diantaranya, HM Sanusi, kategori Pejabat pemerintah, dr Umar Usman, kategori Profesional, penggerak organisasi NU, Ust Deden kategori Da'i, pengembang pendidikan dasar di daerah pinggiran, Hj Maria Ulfa, kategori Pengembang Pendidikan Menengah Pertama, Dr H Taufik, kategori Motivator, Dr KH Muflih, kategori Pengembang Pesantren.

Selanjutnya, Dr H Muhammad Adhib, Pengembang Pendisikan Tinggi, Dr H Shodiq Askandar, kategori Inspirator Kewirausahaan dan Penggwrak Sedekah, Husnul Hakim Syadad, kategori Penggerak organisasi kepemudaan.

Hj Muthiah, untuk kategori Penggerak organisasi kepemudaan putri, Empu Fanani kategori Empu Keris dan Budayawan, Yatimul Ainun, kategori ahli media online, KH Mujib SyadziIli, kategori Pengenbang Pendidikan vokasional, dan Mohamad Iksan, kategori Konsultan dan aktifis NGO.

“Yang masuk dalam tahap seleksi tim sebanyak 200 lebih santri berprestasi. Namun, setelah melalui tahap seleksi yang cukup ketat, harus ditetapkan jadi 15 santri berprestasi yang dinilai sangat layak meraih Santri Award 2018,” jelas Hasan Abadi, penanggungjawab Santri Award 2018.

Menurutnya, di Kabupaten Malang, sangat banyak santri yang berprestasi. Namun, yang masuk pada kategori yang ditetapkan oleh tim seleksi hanya ada 15 sosok santri.

“Kategori Santri Award 2018 ini, bukan hanya sosok atau orang yang ada di pondok pesantren atau pernah mondok di pesantren. Namun, yang ilmu kegamaannya, sosial budaya dan perjuangannya pada NU tak diragukan. Kontribusinya kepada NU jelas. Itu sudah termasuk sosok santri. Apalagi banyak meraih prestasi,” kata Rektor Unira Malang itu dalam sambutannya. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com