LIPI: Intoleransi Politik Terus Meningkat Jelang Pemilu 2019

Home / Berita / LIPI: Intoleransi Politik Terus Meningkat Jelang Pemilu 2019
LIPI: Intoleransi Politik Terus Meningkat Jelang Pemilu 2019 Diskusi Publik Para Syndicate

TIMESMINAHASA, JAKARTA – Peneliti Lembaga Penelitian dan Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Amin Mudzakir mengatakan intoleransi politik meningkat saat menuju Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 April mendatang.

Berdasarkan data dari rilis survei yang dilakukan LIPI pada Selasa (4/12/2018), dengan mengikutsertakan 1800 responden dari 9 provinsi di Indonesia, memberi hasil yang cukup memprihatinkan yaitu krisis demokrasi mengenai bentuk intoleransi politik yang dialami Indonesia. 

"Salah satu poin yang bisa saya sampaikan bahwa kami menemukan fakta bahwa ada gejala sangat kuat meningkatnya intoleransi politik," tegas Amin Mudzakir dalam diskusi publik Para Syndicate bertajuk "Mekanika Elektoral Dalam Arus Politik Identitas", di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (7/12/2018).

Selanjutnya, Amin menjelaskan dalam konteks sosial, masyarakat Indonesia masih menjunjung nilai toleransi yang tinggi. Misalnya, lingkungan perumahan ataupun pekerjaan. 

Di sisi lain, ketergantungan pemilih terhadap faktor agama, masih kental terasa dalam menentukan pemimpin di berbagai lingkungan baik itu Rukun Tetangga (RT), maupun Pilihan Presiden (Pilpres).

"Keberterimaan dalam politik itu sangat intoleran, contoh misalkan, 57,88 persen responden mengatakan bahwa kami hanya akan memilih pemimpin seagama," jelasnya.

Keberkaitan agama dalam Pemilu 2019 dikatakan Mudzakir sebagai faktor yang sangat kuat. Sehingga banyak para peserta Pemilu maupun pemilih menggunakan isu agama sebagai modal dalam menentukan pemimpin selanjutnya.

Hal ini, menurut peneliti LIPI ini,tentu sangat disayangkannya mengingat demokrasi yang didirikan di Republik Indonesia saat reformasi 1998 merupakan demokrasi yang memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com